>>

GAJI PNS DIRANCANG SINGLE SALARY SYSTEM BERDASARKAN GRADE



Berdasarkan PP No.7 Tahun 1977 tentang Gaji PNS, penghasilan sah yang diterima seorang pegawai negeri sipil terdiri atas gaji pokok, kenaikan gajiberkala, kenaikan gaji istimewa, tunjangan, serta Honorarium. Dalam implementasinya, sistem penggajian ini masih menyisakan beberapa permasalahan karena besaran gaji yang diberikan dirasakan kurang memenuhi unsur kehidupan layak, gaji PNS kurang kompetitif dan tidak memenuhi prinsip “equity”.

Kondisi tersebut memberikan efek kurang memotivasi pegawai untuk bekerja secara kompetetif karena variabel penggajian hanya mempertimbangkan masa kerja & golongan ruang. Selain itu, tunjangan (jabatan struktural) lebih besar dari gaji pokok sehingga ketika seorang pegawai pensiun, maka akan terjadi penurunan penghasilan yang sangat signifikan karena besaran pensiun didasarkan pada gaji pokok.

Untuk melakukan perbaikan, maka BKN tengah melakukan focus group discussion (FGD) draft penataan sistem penggajian pemberian tunjangan dan fasilitas PNS menuju pada sistem yang adil dan layak, yang berdasarkan tugas, tanggung jawab, beban kerja serta kinerja dengan sistem single salary. salah satu kegiatan FGD dilaksanakan pada jum’at (5/04) di ruang rapat Kanreg I BKN Yogyakarta. FGD ini menghadirkan mantan rektor UGM yang sekaligus mantan Kepala BKN Prof. Sofyan Effendi, perwakilan dari Kementerian Keuangan, Sekretariat Negara, dan beberapa perwakilan BKD.

Dalam konstruksi Single Salary System, pegawai hanya akan diberikan gaji bersih. Anatomi Single salary system terdiri atas unsur jabatan, kinerja, serta grade+step. Single salary system mengakumulasi berbagai jenis penghasilan dan menetapkan komponen penghasilan menjadi satu jenis penghasilan (gaji jabatan). Sistem penggajian PNS berbasis jabatan tidak lagi mendasarkan pangkat dan golongan ruang, tetapi didasarkan bobot/grade jabatan (evaluasi jabatan). Penetapan besaran gaji terendah harus mempertimbangkan standar kehidupan layak (cost of living), besaran gaji di sektor swasta atau BUMN untuk semua jenjang jabatan setara.

Selain penghasilan yang diterimakan secara langsung, juga dimungkinkan pemberian tunjangan lainnya (tunjangan operasi pengamanan pada pulau-pulau kecil terluar dan wilayah perbatasan, tunjangan daerah terpencil, daerah konflik, tunjangan resiko bahaya). Sementara Penghasilan PNS yang tidak diterimakan secara langsung meliputi: tunjangan pajak iuran kesehatan & kecelakaan kerja, iuran pensiun dan THT, iuran tabungan perumahan, iuran jaminan pendidikan bagi putera-puteri PNS, serta uang pengganti cuti.

Link Formulir Pendaftaran CPNS 2014


Pemerintah melakukan rekrutmen CPNS melalui jalur pelamar umum yang dibuka melalui formasi umum dan formasi khusus. Formasi umum dibuka berdasarkan analisis kebutuhan setiap instansi yang diajukan ke BKN dan Kementerian PAN dan RB untuk dianalisa dan dikeluarkan formasi yang disetujui untuk diadakan rekrutmen. Sedangkan formasi khusus dibuka untuk Putra-putri Papua, Para Atlet Berprestasi, Lulusan Perguruan Tinggi Negeri dengan Prestasi Terbaik, Instruktur (Sarjana Mengajar daerah Terpencil, Terbelakang, Terluar (SM3T)), Penyandang Cacat, Mahasiswa Tugas Belajar terbaik yang dibiayai Pemerintah Daerah.
Untuk pelamar umum tersebut dilakukan seleksi Tes Kompetensi Dasar (TKD) dengan menggunakan sistem seleksi Computer Assisted Test (CAT). Namun beberapa instansi menerapkan saringan kedua dengan melakukan Tes Kompetensi Bidang (TKB) baik dengan tes psikologi, tes wawancara maupun tes tertulis.
Pelaksanaan tes pelamar umum tidak dipungut biaya apapun dari mulai pendaftaran online, verifikasi berkas, pelaksanaan ujian hingga pengumuman kelulusan.
Berikut adalah Link Formulir Pendaftaran CPNS 2014 >>

Tes CPNS 2014 Sistem CAT


Test dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT)
I. Pra Test 
  1. Peserta ujian agar sudah mengetahui kapan jadwal (tanggal dan jam) serta lokasi ujiannya masing-masing.
  2. Peserta ujian agar datang minimal 30 menit sebelum ujian dimulai.
  3. Pelaksanaan Test:
  4. 5 menit persiapan peserta memasuki ruangan test dengan posisi duduk yang tidak ditentukan oleh panitia.
  5. 15 menit pengarahan tata cara ujian menggunakan sistem CAT oleh panitia pelaksanaan ujian.
  6. 90 menit pelaksanaan ujian.
  7. Dilarang membawa peralatan elektronis ke dalam ruangan test.
  8. Peserta hanya diperbolehkan membawa kartu peserta ujian ke dalam ruangan ujian.
  9. Jika ada peserta yang diketahui melakukan tindakan curang yang merugikan peserta lain maka akan di diskualifikasikan dan dinyatakan gugur sebagai peserta ujian.
  10. Test dengan menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK)
  11. Peserta ujian agar sudah mengetahui kapan jadwal (tanggal dan jam) serta lokasi ujiannya masing-masing.
  12. Peserta ujian mempersiapkan alat tulis yang akan digunakan untuk ujian seperti pensil 2B, penghapus (pensil yang akan digunakan untuk pengisian LJK harus yang berkualitas baik agar tidak merugikan diri sendiri dengan tidak ter-scan-nya jawaban pada LJK karena kualitas pensil yang kurang baik.
  13. Peserta ujian agar datang minimal 30 menit sebelum ujian dimulai.
  14. Pelaksanaan Test
  15. 5 menit persiapan peserta memasuki ruangan test dengan posisi duduk yang tidak ditentukan oleh panitia.
  16. 10 menit pembagian LJK dan soal oleh panitia.
  17. 10 menit pengarahan tata cara ujian menggunakan LJK oleh panitia pelaksanaan ujian.
  18. 120 menit pelaksanaan ujian.
  19. Dilarang membawa peralatan elektronis ke dalam ruangan test.
  20. Peserta hanya diperbolehkan membawa kartu peserta ujian, serta peralatan tulis (pensil dan penghapus) ke dalam ruangan ujian.
  21. Jika ada peserta yang diketahui melakukan tindakan curang yang merugikan peserta lain maka akan di diskualifikasikan dan dinyatakan gugur sebagai peserta ujian.

 II. Materi Ujian
  1. Tes Kompetensi Dasar (TKD)
  2. Tes Wawasan Kebangsaan
  3. Tes Intelegensia Umum
  4. Tes Karakteristik Pribadi
  5. Tes Kompetensi Bidang (TKB)

Bagi peserta yang memenuhi passing grade dan dinyatakan lulus Tes Kompetensi Dasar (TKD) selanjutnya berhak mengikuti Tes Kompetensi Bidang (TKB). Namun ada beberapa instansi dan jurusan tertentu yang tidak memerlukan tes TKB, artinya setelah lulus TKD maka berarti lulus ujian CPNS.


Panduan Pendaftaran CPNS 2014


PANDUAN PENDAFTARAN
Proses pendaftaran CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) Tahun Anggaran 2014 terdiri dari :
  1. Klik link Buat Pendaftaran untuk membuat pendaftaran baru.
  2. Isi formulir registrasi yang muncul.
  3. Pastikan isian data pribadi pada form registrasi sesuai dengan KTP.
  4. Pastikan isian formasi dan pendidikan yang dilamar sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dimiliki.
  5. Klik tombol Kirim Pendaftaran untuk memproses pendaftaran dan no registrasi pendaftaran.
  6. Cetak tanda bukti pendaftaran.
  7. Mengikuti ujian seleksi masuk pada waktu yang telah ditentukan. Jadwal ujian seleksi CPNS dapat dilihat pada link Jadwal Pelaksanaan Seleksi CPNS.
  8. Setelah mengikuti ujian seleksi masuk, Anda dapat melihat hasil seleksi pada tanggal pengumuman. Hasil seleksi ujian dapat dilihat pada link Hasil Seleksi CPNS Nasional dengan memasukkan no peserta ujian.
*catatan:
  • Tanda bukti pendaftaran berupa file dalam format PDF yang dapat disimpan di flashdisk dan dapat dicetak ditempat lain.
  • Tanda bukti pendaftaran yang sudah dicetak agar dibawa pada saat verifikasi dokumen lamaran di panitia penerimaan CPNS masing-masing instansi.Melakukan verifikasi dokumen
  • Verifikasi dokumen dilakukan oleh Panitia Penerimaan CPNS yang ada pada masing-masing instansi yang dilamar.
  • Dokumen lamaran agar dibawa oleh pelamar yang bersangkutan.
  • Verifikasi dokumen tersebut untuk memastikan kesesuaian data pelamar pada isian formulir pendaftaran dan pilihan formasi serta pendidikan apakah telah terisi dengan data yang benar.





Alur Pendaftaran CPNS 2014

Persyaratan Pendaftaran CPNS 2014



 PERSYARATAN PENDAFTARAN
Kementerian/Lembaga non Kementerian, Pemerintah Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota tertentu, membuka kesempatan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2014 untuk mengisi lowongan formasi dengan kwalifikasi pendidikan tertentu. Seluruh calon peserta test CPNS 2014 diharapkan melakukan pendaftaran secara online dengan ketentuan sebagai berikut;
SYARAT UMUM
  1. Warga Negara Indonesia yang memiliki kualifikasi pendidikan (jenjang dan jurusan) sesuai dengan formasi yang dibutuhkan;
  2. Pria dan Wanita dengan usia minimal 18 (delapan belas) tahun dan maksimal 35 (tiga puluh tahun) pada tanggal 01 Oktober 2014. Catt : usia maksimal secara umum adalah 35 tahun, namun setiap instansi mempunyai kewenangan untuk menetapkan batasan usia maksimal yang akan diterima;
  3. Berijazah, lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang telah terakredirasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) minimal B atau Perguruan Tinggi Luar Negeri yang telah mendapat pengesahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Surat Keterangan Lulus / Ijazah sementara tidak berlaku;
  4. Sehat jasmani dan rohani;
  5. Tidak terikat hubungan kerja/ikatan dinas dengan Instansi Pemerintah atau Badan Swasta lainnya;
  6. Tidak terlibat langsung atau tidak langsung dalam kegiatan organisasi yang bertentangan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah (PUNP);
  7. Tidak pernah tersangkut perkara pidana atau kasus narkoba;
  8. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawan Negeri Sipil atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
  9. Calon pelamar di seluruh Indonesia dapat melakukan pendaftaran secara online ke alamat website http://sscn.bkn.go.id/;
  10. Setelah mengisi form registrasi melalui website pada point 1 tersebut diatas maka pelamar dapat mencetak tanda bukti pendaftaran.


SYARAT KHUSUS :
  1. Telah terdaftar sebagai Tenaga Pencari Kerja pada Bursa Kesempatan Kerja Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
  2. Membuat surat lamaran yang dibuat dengan tulisan tangan sendiri, tinta hitam dengan melampirkan :
  3. Daftar Riwayat Hidup (DRH) meliputi pendidikan formal dan informal serta pengalaman. Khusus pendidikan formal harus dituliskan dari mulai Sekolah Dasar sampai dengan pendidikan terakhir, nama lembaga pendidikan, tahun lulus pendidikan dan nilai rata-rata ijazah atau IPK;
  4. Fotocopy legalisir Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) untuk melamar pekerjaan dari Kantor Kepolisian setempat yang masih berlaku sebanyak 1 (satu) lembar;
  5. Fotocopy legalisir Surat Keterangan Berbadan Sehat dari dokter Puskesmas/Rumah Sakit Pemerintah yang masih berlaku pada saat pendaftaran;
  6. Fotocopy Ijazah / STTB terakhir yang disahkan dan dilegalisir oleh pejabat yang berwenang : Rektor/Dekan/Ketua/Direktur dengan stempel basah (bukan stempel foto copy);
  7. Transkrip nilai akademik yang dilegalisir oleh Dekan Fakultas bagi Perguruan Tinggi Swasta sesuai peraturan pemerintah;
  8. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku pada saat pendaftaran 1 (satu) lembar.

JADWAL PENDAFTARAN
  1. Pendaftaran secara online dimulai pada tanggal  20 Agustus hingga 3 September 2014 jam 24.00 waktu setempat.
  2. Verifikasi berkas lamaran lengkap di masing-masing instansi dimulai pada tanggal  20 Agustus hingga 3 September 2014, jam 08.00 - 16.00 waktu setempat.
  3. Pelamar hanya dapat mendaftar pada satu formasi.
  4. Lowongan Formasi dan kualifikasi pendidikan serta persyaratan tambahan lainnya dapat dilihat pada panduan pendaftaran masing-masing jalur penerimaan setiap instansi pada link PengumumanPendaftaran.

Lowongan CPNS 2014 Kementerian dan Non Kementerian


Berikut adalah daftar pagu kursi CPNS kementerian dan lembaga pemerintah non kementerian yang dibuka oleh pemerintah:

Lembaga Pemerintah Kementerian
  1. Kejaksaan Agung RI 600 lowongan
  2. Sekretariat Kabinet 39 lowongan
  3. Sekretariat Jendral BPK 254 lowongan
  4. Sekretariat Jedral MPR 56 lowongan
  5. Sekretariat Mahkamah Agung 362 lowongan
  6. Sekretariat Jendral DPR RI 140 lowongan
  7. Sekretariat Mahkamah Konstitusi 15 lowongan
  8. Sekretariat Komisi Yudisial 13 lowongan
  9. Sekretariat KPU 250 lowongan
  10. Sekretariat Ombudsman 76 lowongan


Lembaga Pemerintah Non Kementerian:


  1. ANRI 42 lowongan
  2. LAN 49 lowongan
  3. BKN 242 lowongan
  4. Perpusnas 35 lowongan
  5. BPS 593 lowongan
  6. BIN 276 lowongan
  7. Lemsaneg 100 lowongan
  8. BKKBN 121 lowongan
  9. LAPAN 35 lowongan
  10. BIG 77 lowongan
  11. BPKP 164 lowongan
  12. BPPT 81 lowongan
  13. BKPM 15 lowongan
  14. BPN 513 lowongan
  15. BPOM 400 lowongan
  16. Lemhanas 22 lowongan
  17. BMKG 355 lowongan
  18. BNP2TKI 150 lowongan
  19. BNPB 134 lowongan
  20. Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa 18 lowongan
  21. Basarnas 330 lowongan
  22. BNN 393 lowongan
  23. BSN 83 lowongan
  24. BATAN 98 lowongan
  25. BAKORKAMLA 220 lowongan
  26. PPATK 26 lowongan
  27. Bawaslu 193 lowongan
  28. BNPT 18 lowongan


Pemerintah Daerah:

  1. 10 Provinsi di Pulau Sumatera 11.347 lowongan
  2. 9 Provinsi di Pulau Jawa dan Bali 8.376 lowongan
  3. 5 Provinsi di Pulau Kalimantan 6.644 lowongan
  4. 6 Provinsi di Pulau Sulawesi 4.920 lowongan
  5. 4 Provinsi di Kepulauan Maluku dan Papua 7.537 lowongan


Pendaftaran secara online sendiri dapat mulai dilakukan 20 Agustus hingga 3 September 2014. Sedangkan pelaksanaan tes menggunakan sistem computer assisted test (CAT) akan dilakukan mulai 8 September 2014 sampai selesai.

Petunjuk Setoran PNBP-Online dan Penerimaan Non Anggaran


PNBP-Online Ditjen Perbendaharaan melalui surat nomor S-4607/PB.6/2014 memberikan petunjuk tentang pencatatan setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan penerimaan non anggaran melalui sistem modul penerimaan negara generasi kedua (MPN G-2).

Surat ini ditujukan dalam hal penyempurnaan MPN serta meningkatkan akuntabilitas, fleksibilitas dan kecepatan penerimaan negara, Kementerian Keuangan telah mengembangkan Sistem PNBP Online (SIMPONI) untuk memfasilitasi penyetoran PNBP dan penerimaan negara non anggaran dengan menggunakan sistem billing.

Mekanisme tersebut menghilangkan dokumen sumber pencatatan berupa SSBP dan SSPB dengan bukti setoran yang diterima dari BANK/Pos, Struk ATM, bukti transfer sistem e-banking dan struk EDC. Selain itu penyetor juga bisa mencetak Bukti Penerimaan Negara (BPN) melalui SIMPONI.

Berikut surat nomor S-4607/PB.6/2014 Download !!

www.pulsahore.com

Sistem PNBP Online

Total Pengunjung

- Copyright © Penerimaan Negara Bukan Pajak - Powered by Blogger - Designed by Alfan Bramestia -